Tabrakan dahsyat di jalan Tol Jagorawi siang itu mengakibatkan kondisi mobil dalam keadaan ringsek berat dan hampir tak berbentuk lagi, sementara pengemudinya yang dalam keadaan kritis dilarikan ke rumah sakit Cibinong Bogor. Menurut cerita dari saksi mata, kendaraan itu melaju dengan kecepatan tinggi, dan….. seketika menabrak truk didepannya yang mengalami pecah ban.

Begitu berita yang disampaikan seseorang melalui telepon yang diterima oleh anak-anak dirumah hari itu, dan dengan keadaaan panik menyampaikannya kepada mama-nya membuat keadaan menjadi kalut. Dalam suasana tak menentu ketika itu, sebenarnya masih diusahakan menghubungi kerabat maupun sanak saudara dengan menggunakan pesawat telepon yang sama untuk memperoleh kepastian beritanya, tapi semua jawaban dari penerima telepon mengatakan bahwa kecelakaan itu benar adanya. Dengan perasaan yang gusar dan suasana hati yang tak tenang, istri dan anak anak langsung bergegas mencari kendaraan untuk menuju rumah sakit cibinong.

Sebelum menaiki taxi yang akan ditumpangi, anak saya yang sulung masih penasaran, sebab dia tahu persis bahwa beberapa jam sebelum kejadian, adeknya masih berkomunikasi lewat HP dengan papanya yang sedang kerja di kantor, dan semua baik baik aja; lalu dia mengontak dengan HP nya sendiri. Di seberang sana… saya menjawab dengan santai dan bercanda seperti sediakala menerima telephon dari anak anak, dan….. saking senangnya dia berteriak teriak dengan perasaan antara percaya dan tidak… “INI PAPA KAN???” begitu teriaknya berulang ulang, lalu kemudian mama-nya serta merta melengkapi teriakan histeris itu… dan menanyakan apakah suami tercintanya benar dalam keadaan baik baik saja.

Mendapat telepon seperti itu membuat saya kebingungan dan bertanya-tanya “ada apa yang terjadi”, lalu mencoba menenangkan mereka agar menceritakan bagaimana sesungguhnya kejadiannya.

Keheranan yang luar biasapun muncul setelah mendengar uraian cerita seperti kejadian diatas, bagaimana mungkin semua ini terjadi dan berproses seolah olah beneran. Jawabannya baru sedikit kumengerti setelah mendapat penjelasan dari polisi yang kemudian datang sesudah mendapat pengaduan.

Menurut polisi, yang begini adalah modus penipuan dimana seandainya si korban jadi kesampaian ke rumah sakit tadi, disanalah mereka akan beraksi melakukan kejahatannya.

Ternyata kabel untuk nomor telepon rumah tersebut sudah disambungkan dengan alat tertentu, dimana setiap telepon keluar dari nomor dimaksud, akan secara langsung teralihkan ke pesawat pelaku kejahatan tersebut, sehingga semua telepon keluar dari pesawat tersebut bisa mereka monitor untuk memberikan jawaban yang mengarahkan dan meyakinkan sasaran bahwa berita itu ada benar benar terjadi. Nah… karena pemilik telepon tersebut dalam kondisi panik, kurang memperhatikan suara penerima telepon tersebut, akhirnya berakibat seperti kejadian diatas.

Saya sangat bersyukur karena si pelaku kejahatan tidak berhasil melakukan aksinya terhadap kami sekeluarga, tapi sebenarnya secara psikologis… istri dan anak-anak sudah sempat terguncang dengan kejadian ini.

Sesungguhnya modus ini pernah saya pertanyakan ke Telkom, namun sayang jawabannya tidak pernah ada. Ini sangat jelas merugikan pelanggan Telkom, yang dengan mudahnya disesatkan olek oknum tertentu tanpa pernah bisa dilacak siapa pelakunya. Saya kira ini harus menjadi PR pihak Telkom untuk mengendalikannya.

———————

Tips: ‘Pabila anda mengalami hal seperti ini, jangan sekali kali menggunakan pesawat telepon yang sama ketika menerima informasi, tapi gunakanlah pesawat lain untuk mengontak pihak yang diinginkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: