Penantian panjang

Terima kasih Tuhan… Engkau maha besar…… kini terkabul sudah doa dan permintaan kami, pengharapan dan penantian yang panjang terjawab sudah; demikian ungkapan kegembiraan yang disertai uraian airmata kebahagiaan dari pasangan yang diselimuti suka cita yang tidak terperikan itu.

Suasana menyenangkan malam itu sangat terpancar nyata dalam acara “Mamoholi” di salah satu keluarga anggota Parsahutaon, seusai mencontreng pagi harinya pada PILEG yang telah berlangsung beberapa waktu lalu; yang sementara pihak mengklaim bahwa PEMILU kali ini jauh lebih buruk dari yang sudah sudah; lebih parah lagi konon jumlah GOLPUT semakin tak terbendung bak badai yang kian mengganas menerpa tembok tembok kepalsuan dan keangkuhan. Namun perihal ini kalah menarik dalam perbincangan terkini dengan masalah kesemrautan DPT yang disinyalemen banyak orang diakibatkan ketidak becusan KPU (atau pemerintah?).

*** Mamoholi merupakan suatu kegiatan kunjungan dari sanak saudara maupun kerabat dalam rangka ucapan syukur dan penyampaian ucapan selamat atas kelahiran seorang bayi dalam suatu keluarga (versi ini yang dilakukan di komunitas kami, walaupun…. katanya arti sesungguhnya dari mamoholi tidak persis seperti itu) ***

Lima tahun yang lalu dalam pemberkatan nikah di gereja dan dalam perayaan pernikahan mereka, pasangan ini telah banyak menerima “pasu pasu” (ucapan berkat), serta hadirin yang hadir kala itu mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada pengantin dan semua berharap agar pasangan ini segera memperoleh momongan (anak). Tapi itu tidak terjadi, kenyataan berkata lain, harapan itu tidak kunjung tiba. Dari penuturan keluarga ini, mereka telah banyak mengunjungi dokter untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan medis dan psikologis , baik dalam kota sampai ke luar kota.

Suatu kali harapan itu hampir menjadi kenyataan ketika mengikuti saran dan hasil konsultasi dari seorang professor di Bandung, tapi …tak dinyana setelah tiga bulan kandungan itupun gugur.

Kesedihan dan keputusasaanpun tak terelakkan oleh keluarga ini, namun atas dorongan semangat dan disertai doa yang tulus dari kerabat dan sanak family yang mencintai dan mengasihi keluarga ini, mereka dapat tetap bertahan dan selalu mencoba berpengharapan.

Kurang lebih satu tahun yang lalu, hula-hula (garis keluarga dari istri) berinisiatif untuk melaksanakan acara “manonggoti” (pihak hula-hula yang nota bene menurut budaya Batak adalah yang di Rajakan atau dihormati, serta merta melakukan kunjungan keluarga secara mendadak dan melaksanakan suatu acara dan disertai dengan doa khusuk), dengan keyakinan melalui kunjungan yang mengagetkan ini akan menghasilkan nilai keterkejutan atau “kedutan” kepada pasangan ini, sehingga suami-istri ini tersadar kembali atau terbangun dari mimpi buruk.

Luar biasa, lambat laun tapi pasti, semangat hidup dan keyakinan yang kuat tumbuh dan terpelihara dengan baik , pengharapan yang tak putus-putus dan doa kepada Yang Kuasa, akhirnya keluarga ini memperoleh jawaban dengan lahirnya seorang anak yang mungil dan manis, yang terbaring pulas kami lihat malam itu.

Sungguh penantian yang panjang namun itu sudah berakhir…; suka cita, ya suka cita berbaur dengan keharuan yang tampak di keluarga itu.

Selamat kawan….., semoga ini dapat menginspirasi saudara2 kita yang masih dalam penantian disana….agar mereka juga selalu bersabar dan tetap dalam pengharapan.

———————————–

Tulisan ini saya persembahkan juga teruntuk Saudara2ku yang masih dalam penantian, dan selalu berharap dan berdoa agar anda juga bisa merasakan yang dirasakan kerabat saya ini kelak.

Semoga…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: