Kantin kejujuran

Pagi itu anak-anak telah bersiap siap, setelah beberapa hari belakangan ini melaksanakan kebersihan sekolah serta merapikan segala sesuatunya dalam rangka menyambut salah satu pejabat tinggi negara ini yang akan berkunjung  ke sekolah kebanggaannya. Tentu para siswa merasa bangga sebab sekolahnya dikunjungi pejabat tinggi.

Segala sesuatunya telah dipersiapkan, terutama kepala sekolah dan para guru dan tentunya anak-anak siswa, dengan segala kemampuan baik materil maupun  moril mempersiapkan segala persiapan penyambutan.

 

Namun  ……kekecewaan, ya….rasa kecewa sontak terbersit di wajah wajah itu, ketika yang ditunggu tunggu ternyata berhalangan hadir, dan kunjungan kali ini diwakilkan kepada wakil jaksa agung. Seperti biasa,  pembicara lalu mengatakan ….bla..blaa..bla…….sehubungan …..ini .. itu. maka…..mohon dimaafkan.

 

Saya sendiri yang memaksakan diri (mangkir dari kegiatan) menghadiri acara itu didorong pleh permintaan anak  agar menyaksikan langsung  aktivitas KANTIN KEJUJURAN yang telah didirikan di sekolahnya; merasa menyesal datang ke tempat itu tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Wakil Jaksa Agung yang pada akhirnya datang menggantikan kehadiran Jaksa Agung.

 

Tapi akhirnya rasa kecewa itu terobati dengan kekaguman saya yang timbul ketika itu saat memaknai konsep serta maksud dan tujuan dari KANTIN KEJUJURAN, yang ternyata sudah melaksanakan aktivitasnya  sejak beberapa bulan lalu.

                                                                                             

Kantin kejujuran merupakan ide dari Walikota Bekasi, yang dengan sangat berani mencetuskan buah pikirannya dengan menghimbau sekolah sekolah di wilayah kota Bekasi agar melaksanakan program tersebut di lingkungan sekolah.

 

Metode kerjanya sangat sederhana, yaitu konsumsi/barang/makanan yang ditawarkan ditempatkan di tempat masing masing, dan para pembeli (siswa) boleh mengambil sendiri barang yang diinginkan dengan melakukan pembayaran berdasarkan “tag harga”  di tempat yang disediakan, tanpa ada kasir atau karyawan yang melayani. Jadi apabila anda menghendaki sesuatu dari kantin ini, anda boleh ambil sendiri dan tentunya diminta kejujuran anda untuk membayarnya, tanpa perlu diawasi orang lain apakah anda jujur atau tidak, anda hanya diawasi anda sendiri.

 

Konsep ini dimaksudkan untuk menanamkan kesadaran kepada siswa siswa agar jujur, dan selalu jujur dalam setiap melaksanakan tindakan.

 

Maknanya sangat berarti bagi kehidupan, ketika anda diminta jujur pada diri sendiri yang dengan sendirinya akan jujur pada kehidupan secara umum. Hal ini sangat tepat ditanamkan kepada siswa siswa yang masih sangat muda, dengan terbiasanya mereka jujur sehari hari, niscaya masa depan mereka selalu berorientasi dengan KEJUJURAN.

 

Bravo ……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: