Archive for January 30, 2008

Penyakit apa ini pak?

Penyakit apa ini pak???

Demikian keluhan dengan nada putus asa salah seorang pegawai kecil yang datang kepada saya beberapa hari yang lalu. Pertanyaan ini sangat tidak mungkin mendapatkan jawaban, karena saya bukan dokter yang mengerti tentang penyakit, namun saya kira kawan saya ini sudah kehabisan akal dan tenaga bagaimana menyembuhkan anaknya yang masih berumur 10 tahun itu tak kunjung sembuh dari penyakit yang dideritanya saat ini. Untuk sekedar menenangkannya, lalu saya bertanya bagaimana sebenarnya kejadiannya. 

Diapun bercerita:

Kejadiannya pada masa berjangkitnya Demam Berdarah di sekitar Gunung Putri – Bogor. Diawali dengan badan panas, muntah-muntah dan kepala pusing. Dengan rasa khawatir si anak dibawa ke Dokter lalu dirujuk ke Dokter Specialis. Kemudian sang Dokter melakukan pemeriksaan dan test darah, selanjutnya memberikan obat, dengan catatan bahwa bila kondisi si anak tidak membaik harus segera dibawa kembali. Namun setelah memakan obat sesuai dengan anjuran Dokter, tidak ada perobahan sama sekali dan akhirnya segera di bawa ke rumah sakit. Berhubung kala itu musim penyakit Demam Berdarah merebak, pasien di rumah sakit sangat banyak sampai sampai tidak tertangani dengan baik, demikian juga dengan si anak ini, oleh pihak rumah sakit hanya memberikan obat setelah test darah, lalu disuruh pulang. Tentu saja hal ini tidak memberi perobahan, dan dengan susah payah, terpaksa bolak balik ke rumah sakit, mengakibatkan kondisi si anak makin memburuk. Perlu ditambahkan setiap pemeriksaan di rumah sakit selalu dilakukan test darah karena trombosit si anak tidak normal (begitu kata Dokter). 

Berhubung kondisi si anak tidak menunjukkan perobahan dan malah memburuk, sementara penanganan di rumah sakit begitu-begitu saja, maka pilihan berikutnya dengan mencoba ke pengobatan ALTERNATIVE, namun inipun tidak membawa hasil apapun. 

Atas anjuran orang orang disekitar, lalu si anak dibawa ke AKHLI PENYAKIT DALAM, dan akhli inipun hanya memberikan obat. Namun obat ini segera dihentikan, karena sehabis memakannya, detak jantung makin cepat, temperatur meninggi namun perasaan si anak dingin terutama pada bagian kedua kaki, betis dan juga dengan kedua tangannya (mungkin karena demam tinggi) disertai dengan rasa sakit pada kepala dan ulu hati (dalam kondisi begini si anak berkeringat). 

Selama 2 (dua) bulan kondisi seperti diatas terjadi, dan keajaibanpun terjadi sebab tanpa diduga penyakit itu menghilang begitu saja, walaupun  sewaktu waktu penyakit itu sering timbul tanpa terduga sampai saat ini. 

Seperti itulah kronologis kejadian yang dialami kawan saya ini, yang telah banyak menyita kemampuan berupa pikiran, tenaga dan materil, sementara penghasilan pas-pasan, mengingat dianya hanyalah seorang pegawai kecil dari salah satu perusahaan swasta di sekitar Gunung Putri – Bogor. 

Namun yang paling disayangkan adalah kawan saya ini tidak pernah memperoleh kepastian tentang jenis penyakit apa yang diderita oleh anaknya setelah melakukan beberapa kali pengobatan dan konsultasi dengan dokter, selain informasi pada saat melakukan pengobatan ALTERNATIVE yang mengatakan bahwa si anak mengalami kerusakan ”PENA JANTUNG”.  

Penyakit apa itu ???