Archive for November, 2007

Wish

wish.jpg

Duta RI

Kalau kita berpartisipasi diluar negeri, seperti olimpiade misalnya, kejuaraan dunia tinju, bulutangkis, dan lain sebagainya, yang saya tau yang dikirim atau diutus kesana adalah para  juara di dalam negeri, muda dan segar, sehingga harapannya dapat meraih sukses. Nah… yang ini lain dari pada yang lain, dan memang sudah berlangsung sangat lama, kalau ngga salah sejak orde orde yang dahulu sampai orde sekarang ini. Yang saya mau katakan adalah tentang utusan Negara Indonesia menjadi DUTA BESAR di negara negara sahabat. Mari kita lihat, yang diangkat adalah para pensiunan yang seharusnya cukuplah untuk memomong cucu, bersenang senang dengan keluarga dan sanak saudara, karena selama ini tertinggalkan demi karir. Memang sih mereka tadinya adalah orang orang yang berprestasi, namun bidangnya lain dan sudah maksimal, misalnya yang menteri sudah tidak menteri lagi, yang jaksa sudah tidak jaksa lagi dan yang lain lainnya, masak seorang ahli kimia ditugaskan menjadi pelatih sepak bola misalnya. Inilah yang membuat kita gusar di negara ini, jabatan jabatan itu dibuat sebagai balas jasa atau apapun namanya, bukankah kepentingan negara yang seharusnya didahulukan? Padahal seorang duta besar itu adalah suatu jabatan penting dimana dia merupakan representasi dari negara asalnya di negara dimana dia ditugaskan. Apa yang akan mereka capai nanti?, tentunya ini menjadi pertanyaan. Bukankah orang orang yang sudah meniti karir sebagai diplomat seharusnya lebih pantas untuk itu? Pantaslah hasil diplomasi kita terhadap negara sahabat selama ini tidak pernah maksimal..

Ach.. negeriku, sampai kapan begini……………

Ekspresi

ekspressi.jpg3 bulan kurang lebih sudah menggeluti blog, hari ini Blog Stats menunjukkan angka seperti tertera di image sebelah, yang kurang lebih menurut pengertian saya kira kira sejumlah itulah blog ini dikunjungi atau di hits barangkali tepatnya.

Pertanda baik atau buruk?

Ada sisi baik dan sekaligus ada juga sisi buruknya; baik karena selama 3 bulan ini telah dapat mengekspressikan sebagian yang ada di benak, dan sementara sisi buruknya ternyata progress  ideal yang semula terbayangkan belum tercapai.

Kilas balik,

Pada awalnya ngeblog saya pikir hanyalah pekerjaan iseng-iseng dan sekedar menghabiskan waktu luang, sebab pada dasarnya pengetahuan IT atau internet saya sangat terbatas, walaupun selama ini sudah aktif menggunakan email, namun hanya sebatas itu. Tapi belakangan, rasanya ngeblog cenderung sudah menjadi kebutuhan, walau belum maksimal sebagaimana teman-teman yang sudah mapan di bidang ini.

Apa yang dicari di blog?

Seperti diuraikan diatas, karena dilatari pengetahuan yang tidak memadai tentang blog dan berbekal modal iseng, rasanya saya belum menemukan apa-apa, hanya sebatas sarana berekspresi, bagi-bagi cerita, curhat dan rumpi. Memang harus diakui bahwa didalam blog dapat ditemukan informasi secara cepat, tapi tanpa blog dapat juga kita peroleh hal tersebut  dari situs-situs yang jumlahnya sangat banyak itu, dan tentunya dari media-media lainnya. Mungkin ada banyak teman teman diblog merasakan kurang lebih seperti itu sebagaimana dapat kita temui dalam artikel-artikel blog. Tapi ini hanyalah pandangan skeptis saya yang belum mempunyai wawasan luas tentang BLOG.

Pertanyaan kedua, mengapa blog itu diciptakan dan untuk apa?

Secara pastinya tidak tau sebab tidak memiliki data tentang itu, namun dari analisa sederhana sebenarnya dapat kita simpulkan bahwa menjual blog tentunya mepunyai latar belakang dan pertimbangan yang telah dikaji secara matang, seberapa besar market yang akan dicapai dan hal hal lainnya. Dan saya kira creator blog memperoleh sukses luar biasa, seperti kita bisa lihat dari pengguna, peminat blog yang menjamur itu, dan juga semakin banyaknya provider blog (tiori dimana ada gula disitu ada semut). Ini menunjukkan bahwa bisnis blog mempunyai prospek yang sangat bagus.

Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa disamping blog merupakan media informasi yang canggih, dunia blog juga merupakan ladang bisnis media informasi yang cakupan pasarnya sangat luas, meliputi pebisnis, politikus, ilmuwan, mahasiswa dan pelajar, ibu-ibu, serta yang lainnya.

Point inilah saya kira yang harus digarap dengan cermat, sehingga dapat diperoleh manfaat yang maksimal dari Blog.

Hasiat air kelapa hijau

kelapa-hijau.jpgHasil laboratorium atas pemeriksaan darah dan urin atas istri saya minggu lalu membuat rasa was-was dan khawatir, masalahnya salah satu item dari hasil lab dimaksud menunjukkan adanya Oxalat + didalam ginjal, yang dalam keadaan normal seharusnya kosong. Rasa khawatir ini muncul mengingat medical recordnya pada waktu masa lalu pernah  mengalami gangguan ginjal, sampai sampai di opname di rumah saki t sampai dua minggu.

Secara kebetulan ada teman datang bertandang ke rumah, dan cerita punya cerita pembicaraan beralih ke hasil lab yang saya ceritakan tadi. Tak dinyana tak diduga ternyata saudara teman ini beberapa waktu yang lalu sudah berencana mau  berangkat ke Singapore untuk melakukan operasi ginjal. Namun atas saran seseorang,  dia membatalkan rencana tersebut dan mencoba melakukan saran dimaksud untuk meminum air kelapa hijau secara teratur. Dan ternyata berhasil, batuan atau karang yang ada di ginjalnya tersebut dapat hancur, sekarang  dia sudah sehat kembali seperti sediakala.

Ajaib ………, ini merupakan pengobatan alternatip yang sangat menakjubkan.

Dengan referensi ini, istri saya sekarang sedang mencobanya, dan tentunya dengan harapan dapat mencairkan Oxalat+ tersebut. Memang, dari pengalaman terdahulu, air kelapa hijau sangat manjur, ketika  anak saya menderita  cacar air dahulu, air kelapa hijau yang menyembuhkannya.

Sekilas tentang Mario Teguh

Satu jam menonton acara Mario Teguh di televisi rasanya terlalu singkat, begitu superkah seorang MOTIVATOR Mario Teguh? Itu pertanyaan yang sering muncul di pikiran ketika melihat penampilannya. Betul, dalam ukuran saya beliau sangat super dalam memotivasi pendengarnya, caranya merespon orang dengan menjawab setiap pertanyaan dengan santun, penuh senyum, singkat tapi bermakna, membuat kita berdecak kagum kepada beliau.

Seperti dalam acara dia tadi malam mengenai “Copying to greatness” (bukan copy paste yang menjadi momok para bloger). Sangat menarik pembahasan  dan pemaparannya, bagaimana dia mampu membawa kita kesuatu alam “how to decide to copy.” Sering memang kita mengalami dilemma, disatu sisi ada rasa kurang pas manakala kita meng-copy seseorang, karena timbul pertentangan dengan rasa ego yang ada dalam diri kita, sementara disisi lain kita membutuhkannya demi menunjang sesuatu yang ingin kita capai. Disinilah dituntut suatu kemampuan untuk memanage meng “copy” dengan benar sehingga satu keputusan untuk melaksanakannya tidak menjadi melenceng kearah yang salah.

Namun sayang, kondisi termotivasi ini hanya sebatas  manakala menyaksikan acara ini yang kemudian meredup, tidak sampai ke tahap aplikasinya. Inilah yang terjadi , bukan salah Bung Mario, tapi permasalahannya datang dari diri sendiri, tapi okelah, setidaknya setitik motivasi tersisa dalam sanubari………..

Dikotomi

Kebanyakan dari kita sangat suka berpolemik, salah satu polemik yang berkembang sangat subur di masyarakat  dan saya sendiri sudah terjerembab didalamnya adalah masalah dikotomi.

Pada awal reformasi, hembusan dikotomi militer dan sipil sangat kencang, dan sangat menguat di masyarakat, walaupun sedikit demi sedikit mulai meredup dengan terpilihnya presiden kita yang sekarang ini.

Sekarang muncul lagi dikotomi “Tua versus Muda” untuk mengisi kepemimpinan atau calon presiden dalam pemilu yang akan datang ini, dimana yang Muda menuduh yang tua sudah membosankan, kreativitas rendah, dan tidak akan ada perobahan baru yang akan membawa bangsa ini kearah yang lebih maju.

Sementara yang Tua masih kuat mempertahankan kemapanan mereka yang cenderung menganggap yang muda belum cukup punya pengalaman dan kemampuan untuk memimpin Negara ini, yang masih diselimuti berbagai persoalan yang sangat pelik.

Inilah kondisi riel yang kita hadapi sekarang, namun sebenarnya munculnya dikotomi ini bersumber dari rasa ketidak puasan masyarakat terhadap pemimpinnya yang sampai sekarang belum berhasil memecahkan persoalan bangsa yang kian rumit. Kemiskinan makin bertambah, korupsi meraja lela, hukum masih milik segelintir orang yang mampu, dan banyak lagi persoalan. Belum lagi menghadapi alam yang lagi murka terhadap negeri ini, dimana bencana datang terus menerus seolah olah tidak akan berhenti.

Saya hanya dapat berdoa, semoga negeri ini memperoleh kekuatan menghadapi semua persoalan yang ada.