Rasanya ingin berteriak seperti yang dulu diteriakkan Rakyat Indonesia “GANYANG MALASIA”, sudah terlalu banyak dosa dosa yang mereka perbuat terhadap bangsa ini. Masih segar diingatan, mereka mengambil Sipadan-Ligitan, penganiayaan pekerja perkerja  Indonesia, “menghambakan” (dengan segala macam istilah mereka), menyiksa salah satu pelatih olahraga Indonesia (baru minta maaf setelah ada desakan keras dari Rakyat Indonesia), dan masih banyak lagi saya kira perlakuan yang tidak menyenangkan. Oh iya ada juga yang menyebalkan ketika dengan sombongnya  ASTRO (menurut saya identik dengan Malasia) merampas siaran gratis untuk rayat penggemar Bola.

Tapi sedikitnya terobati dengan munculnya Anwar Ibrahim dalam acara Kick Andy kemarin malam (18/10/2007), walau saya tahu pasti beliau hanya menarik simpati Rakyat Indonesia dalam perjuangan politiknya. Okelah, paling tidak ada informasi penyeimbang dari seorang Anwar Ibrahim, salut….

hai Malaysia, kiranya anda dapat berpandangan sama dengan Anwan Ibrahim, bahwa Indonesia itu adalah tetangga anda yang dulu pernah membantu anda juga, hargai otoritas kami, hargai pekerja pekerja kami yang ada disana, atau kami berteriak lagi……………….. “GANYANG MALASIA”

Comments on: "Malasia…………Ganyang???" (12)

  1. yang terbaru bang…di sweeping nya rumah-rumah kost oleh aparat kepolisian diraja malaysia…apa nggak keterlaluan tuh ???? emang nya pengedar narkoba apa…pake di sweeping segala…

  2. Kenapa ya……, adem adem ajeh tuh bos kita, ‘ga reaktif gitu.

  3. @azer: hm… di Bandung dan Jakarta juga sering kok ada sweeping kos-kosan buat nyari penduduk tanpa KTP. Ga usah sensi gitu deh 😛

  4. @Dear Oscar,
    Penghuni padepokan juga ya, agak bingung nih Bos!

  5. Hem… serem banget ah pakai ganyang-ganyangan.

  6. @Dear Dewo,
    Ganyangnya pan tanda tanya, kalo tanda tanya nya ‘ga ada baru serem, he heee

  7. wahhh Pak, soal si bejat bukan hanya di malaysia aja di indonesia juga ada, tp barangkali yang di malaysia lebih kelihatan hihihi…

    sebagai bangsa serumpun sulit rasanya membayangkan saling bunuh, mending kita tuntut aja ketegasan pejabat kita, dulu waktu “eyang” berkuasa mereka tidak “seberani” sekarang ada apa ya ???

  8. @Dear Pak Ferry,
    Setuju!!!!, eh btw “eyang” siapa ntuh..

  9. gw sebagai orang indonesia tersinggung ,mang malasia gak bisa nyiptain sendiri apa kebudyaannya.bisanya maling budaya bangsa lain.setelah pulau di maling sekaranbg budaya abis itu apa lagi sekali maling tetap maling…….hajar malasia

  10. @Dear Norman,
    Angklung maksudnya?

  11. he.. he.. maksute eyang harto Pak…

  12. @Dear Pak Ferry, ‘tul juga ya.., ‘ga ada yang berkutik memang zaman itu, apa kita cal……,ups

    @Dear Norman, Ada tau ‘ga mengenai buku “forty night in europ”!, katanya bukunya tentang usaha pementasan angklung anak2 Bandung di Eropa sana untuk menunjukkan bahwa itu kebudayaan Indonesia, yg diaku aku Malay sebagai kebudayaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: