Cerita anak anak (4)

Postingan ke-4 tentang cerita anak saya, 
ditulis    : tgl. 24 May 2005
Judul    : Kepintaran yang tak hilang

Celvinatya sudah sembuh dan dia sudah dapat belajar. Dalam belajar, Celvinatya masih dapat berpikir cerdas, nantinya pada saat sudah besar, dia akan dipanggil atau akan disebut” Miss Smart Australia”. Teman teman Celvinatya pada kebingungan, kenapa Celvinatya masih ingat pelajaran, padahal biasanya orang baru sembuh dari sakit parah sudah lupa pelajaran, dan tidak mengerti apa apa. Tapi Celvinatya bisa melakukan semua itu. Lalu Martin datang dan berkata “pasti Celvinatya belajar di rumah sakit, bukunya diambil dari rumah, lalu dibawa ke rumah sakit”. Tapi, Celvinatya tak mungkin belajar dalam keadaan sakit, dia seharusnya banyak istirahat, bentak Jonathan. Ami menjawab “Celvinatya hanya mendengar perkataanku waktu aku menjaganya, Aku memberitahukan semua pelajaran”. Jonathan membentak lagi “Bodoh! waktu itu Celvinatya kan masih sakit parah, kenapa diberi tau pelajaran?”. Aku ingin membantunya, walau waktu itu Celvinatya bilang “Aku tidak usah di beritahu pelajaran dari ibu guru, biarkan saja aku menjadi anak bodoh” Ami menjelaskan yang melihat Celvinatya sedih mengatakannya. Celvinatya pun pulang dan ditemani Ami. Lalu sesampai dirumah Celvinatya, Ami dipersilahkan masuk, dan Ami mengatakan bahwa dokter menyuruhnya untuk menjaga dan merawat Celvinatya sampai benar-benar sembuh, jadi, aku harus tinggal dirumahmu.Celvi berkata “Oh begitu, kalau begitu kamu duduk dulu di sini, mau minum apa?”

Ami menjawab “terima kasih, Aku minum air putih saja.” Kalau begitu tunggu sebentar, lalu dia mengambil air putih dan menyuguhkannya.. Mereka pun mengobrol-ngobrol. “Terima kasih ya, kamu sudah mau bantuin aku yang sedah lemah begini, kamu benar benar sahabatku yang baik” kata Celvinatya sambil tersenyum lemah. Hari sudah malam, Celvinatya dan Ami makan malam bersama, Ami menyantap hidangan sup hangat dan sayur – sayuran, ayam goreng, buah – buahan, teh hangat, roti, namun Celvinatya tetap masih makan bubur. Seusai makan malam, nonton TV sebentar, lalu mereka bersiap unntuk tidur. Pagi hari yang cerah Celvinatya dan Ami bangun, lalu mereka ke teras atas. Mereka merasakan sejuknya udara pagi hari, mereka berbicara sambil menikmati kesegaran di pagi itu, Celvinatya berkata “Ami lihatlah! burung-burung di udara berterbangan, apakah yang kau inginkan darinya?” “Aku ingin sepertinya, bisa terbang ke angkasa raya…..terbang kesana terbang kemari, pokoknya enak sekali menjadi burung!” kata Ami. Dari teras, mereka turun tangga menuju meja makan dimana sarapan pagi sudah menunggu.

Comments on: "Cerita anak anak (4)" (2)

  1. Wah…Pak Bachtiar ini pintar bercerita tentang putrinya ya. Hebat lho, putrinya cerdas, meskipun sakit tapi tetap bisa mikirin pelajaran sekolah….
    Foto-foto putrinya dipasang dong Pak, biar bisa dilihat tamu blog ini…hehehe…

    Ok, sukses selalu ya.
    Wasalam,
    Wuryanano
    http://wuryanano.com/

  2. mm….itu cerita anaknya pak! memang sih… saya pikir dia menceritakan dirinya sendiri.
    Soal photonya boleh juga, ntar tak jepretin dulu baru dipasangin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: