Archive for October 10, 2007

Kebanggan dan harga diri

Sabtu tanggal 6 Oktober 2007 yang lalu saya menghadiri pesta perkawinan anak sahabat di suatu gedung pertemuan. Seperti biasanya di acara perkawinan orang batak, prosesinya  sangat panjang, dan sekedar mengisi waktu luang, kamipun membicarakan berbagai topik-topik, seperti ekonomi, politik, lingkungan, budaya dan macam-macam.

Salah satu topik yang kami bahas adalah tentang kebanggan dan harga diri orang Batak ‘pabila hendak melaksanakan hajatan perkawinan. Terutama mengenai tempat pelaksanaan haruslah di suatu gedung pertemuan (khusus orang Batak), dan apabila semakin mahal, semakin mantaplah kebanggan itu. Sementara sewa gedung pertemuan semacam ini bernilai puluhan juta up. Yang paling mengesankan lagi adalah sulitnya memperoleh kesempatan menyewa gedung pertemuan saking padatnya orang batak ber-hajatan di kota ini. Bayangkan, kalau kita mau melaksanakan hajatan, harus melakukan pemesanan jauh jauh hari, seperti yang dialami oleh teman ngobrol saya ini, bahwa dia telah memesan gedung pada bulan September 2007 yang lalu dengan hasil mendapat jadwal pada bulan April 2008. Busyeeet ………. segitu banyakkah  orang Batak ber-hajatan di kota ini? Padahal, gedung pertemuan semacam ini di Jabodetabok sungguh banyak jumlahnya.

Catatan:
Umumnya pelaksanaan hajatan dilakukan pada hari Sabtu, Minggu dan hari liburan lainnya, dan akhir-akhir ini kadangkala hari Jumat pun sudah ada sebab sulit mencari jadwal seperti yang saya sebutkan tadi.

Sekedar tahu saja, berapa uang beredar dalam satu tahun hanya untuk hajatan semacam ini, dengan asumsi (minimum) di bawah ini,

  • Pelaksanaan hajatan 10 kali dalam sebulan (Sabtu + Minggu dan hari libur lainnya), artinya 120 kali setahun per gedung.
  • Sewa gedung + Catering = Rp.31.000.000
  • Biaya persiapan hajatan sebanyak 25% dari sewa gedung
maka jumlahnya menjadi:
Biaya sewa: 120 x 31.000.000 : 3.720.000.000
Biaya persiapan 25%                 :    930.000.000
Total                                             : 4.650.000.000

Itu hanya peredaran uang untuk satu gedung, sementara ada banyak gedung pertemuan di kota ini. Sungguh angka yang fantastis untuk sebuah kebanggan dan harga diri, walau sebenarnya bukan selalu uang ukurannya.

Sedikitkah itu???, aaah ….pemborosan saya kira, seharusnya lebih bermanfaat bila digunakan untuk hal-hal yang lebih produktip, sementara masih banyak desa tertinggal dan miskin di kampung sana.

Cerita anak-anak (2)

Postingan ke-2 tentang cerita anak saya, 
ditulis :tgl. 15 May 2005
Judul: Anak Pindahan Sekolah
Celvinatya melihat anak baru di kantor sekolah, namanya Ami dan dia anak baik. Celvinatya sering mengajari Ami, karena dia sering bertanya padanya tentang hal hal yang tak di mengerti. Ami bilang “aku ingin menjadi temanmu”, katanya kepada Celvinatya. Celvinatya menerimanya, lalu Celvi mengatakan bahwa dia akan menjemput Ami setiap pagi mau sekolah. Di tengah perjalanan pulang, Celvi bertemu Martin dan  menghampirinya. Martin bilang “besok aku bermain pertandingan sepakbola, nonton, ya?” Okey, aku akan menonton, jawabnya.
Esok paginya (more…)