Archive for September, 2007

Ternyata ngorok itu berbahaya

Wah ternyata ngorok itu berbahaya, Itu yang ada di benak saya ketika mendengar satu ulasan di media radio beberapa hari yang lalu.  

Memang sering saya alami per-ngorokan ini membuat masalah, ketika suatu kejadian dilarut malam anak saya yang masih kecil (kebetulan tidur di kamar saya)  berteriak-teriak “berisikk berisiiiiiik”, saya kira dia sedang mimpi, ternyata dia tidak bisa tidur karena suara deru ngorok rupanya. Lain lagi dengan istri yang sering ngedumel karena terganggu tidurnya oleh si ngorok (belakangan kayaknya sudah dinikmati suara itu, nggak ngomel lagi). Habis gimana yah, wong kita tidak menyadarinya, tau tau gggooooook ciiissss aja tuh. Selama ini keburukan yang saya rasakan dari ngorok alias “ndengkur” sebatas itu saja (selain malu juga sih), tidak terpikirkan resiko lainnya.  

Setelah mendengar ulasan di media tersebut yang menyatakan ngorok itu bisa menimbulkan penyakit berbahaya dan salah satu contohnya  bisa mengakibatkan Strook, dimana pada saat ngorok, pernafasan bisa berhenti beberapa waktu. Hal ini akan mengakibatkan penyaluran oksigen ke otak berhenti pula, yang secara kumulatip bisa mangakibatkan Strook tadi.  Saya sangat penasaran dan mencoba mencari artikel mengenai ngorok untuk memastikan kebenaran ulasan dimaksud, dan ternyata memang demikian. 

Bagaimana cara mangatasi ngorok? Itu dia yang menjadi pertanyaan, sementara ada yang mengatakan bisa diatasi dengan diet, ada juga dengan prosedur implant pillar (katanya biayanya sangat mahal bisa mencapai puluhan juta).

Nah, siapa tahu ada blogger yang tau dan mengerti cara mengatasi ngorok ini (yang biayanya terjangkau), atau mungkin dengan cara tradisional; bolehlah nyumbang pendapat atau saran atau apapun melalui blog ini. Mungkin dengan ini ada yang dapat terbantu disana (termasuk saya tentunya).

di Negeri manakah kita ini?

Risau campur geram  juga mendengar berita hari-hari ini, saking gemasnya penulis ingin menumpahkan segalanya di tulisan ini, namun sayang jari ini serasa kaku untuk menuliskannya.Ok, kita mulai  dengan MA yang kenaikan gaji/tunjangannya yang wah. Terlalu, kalau buruh minta naik uemernya, itu tuh  si pengusaha pasti langsung kebakaran jenggot, tidak produktip, high economic cost, dll, begitu kata mereka; dukungan pemerintah?, boleh ditanya kepada para buruh, yang jelas UU no 13 aja masih dikutak-kutik terus.

Yang satu ini kelihatannya mulus sekali, tau tau breet….. naik 300 persen titik, pemerintah setujuuu. Padahal, badan publik ini paling disorot peranannya atau prestasinya. Penulis tak perlu membuat judgment atas prestasi yang dicapai mereka, tapi bisa kita lihat atau baca di media-media maupun sumber informasi lainnya. Apa prestasi mereka? hebatkah? manfaat apa yang dirasakan rakyat dari Mahkamah yang Agung ini?  terlalu banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Koq bisa-bisanya, sementara rakyat lagi susah dengan kenaikan harga bahan-bahan yang melangit, minyak tanah menghilang (ada kompor gas sih sebenarnya, tapi……………), dan terlebih lagi pada saat ini  saudara-saudara kita disana kena bencana.

Ahhh……, di Negeri manakah kita ini.

Itu mengenai MA, dagelan berikutnya muncul dengan aktor pak katua PSSI, yang baru-baru ini dipilih oleh partainya menjadi anggota DPR RI (pengganti antar waktu katanya), tapi sontak mendadak menjadi terpidana dalam kasus korupsi minyak goreng,  dan menghilang pula beliau ini (berita terakhir udah di bui rupanya).  Sekedar review, dulu bapak ini divonis bersalah dan masuk penjara, tapi aneh jabatannya sebagai ketua PSSI tidak dicopot, dan lebih aneh lagi, pada pemilihan Ketua PSSI yang baru lalu terpilih lagi sebagai ketua. What’s going on there?? Apa nggak ada lagi yang bisa jadi pemimpin di negeri ini?

Nah…. yang paling heboh adalah akhirnya ada “anak negeri” ini menjadi nomor satu di jagad raya  (versi Bank Dunia or PBB?). Bukan main, cuman sayangya perlombaan ini tidak bisa di ikuti oleh rakyat kecil (ngapain juga ikut yang gituan), ini adalah kompetisisi tingkat tinggi, dan biasanya untuk konsumsi para politikus(?). Lalu pemimpin kita bilang akan mengecek dan memastikan berita ini, padahal  berita ini sebenarnya sudah usang, masalahnya kita tidak pernah mampu melaksanakan “law enforcement” yang dilandasi kebenaran dan kejujuran, itu saja.

62 tahun sudah merdeka, ada orde lama, ada orde baru, dan terakhir orde reformasi (nanti orde apa lagi), kita hanya mampu menciptakan orde-orde tapi tidak mampu mencapai cita-cita kemerdekaan, salah dimana? aah… tanya saja rumput yang bergoyang.

Bencana itu datang lagi!

Malapetaka ini tak henti hentinya

Sebegitu murkakah Engkau kapada kami?

Tidakkah terampuni dosa-dosa kami?

Tuhan…., kehendakmulah yang terjadi.

Wahai para pemimpin, pimpinlah rakyatmu dengan ketulusan

Walau seribu satu kata terucap

Wahai rakyat, berdoalah untuk pemimpinmu

Walau hati miris dan pilu.

Bantulah mereka yang dalam himpitan bencana

Semoga dengan amal perbuatan ini kita diampuniNya.

Uuch ………Astro???

Rasanya akhir-akhir ini ada yang  hilang, biasanya pada Sabtu & Minggu malam selalu aja ada perebutan remote control (rc) tv antara saya, istri serta anak-anak; Nyak pengen nonton sinetron, anak lain lagi, pengen music atau kartun. Dengan seribu satu argumentasi, biasanya saya yang kuasain benda penting  ini (egoisss???). Langsung deh pencet tuh nomor di rc, dan…… tontonan menarik muncul di kotak ajaib tersebut, itu dia pertandingan  sepak bola di liga Eropa sana, eeeh… sekarang nda ada lagi tuh acara. 

Eiith sekejab dulu:

Menurut saya, semakin sering menonton sepak bola di TV, keinginan  emosional menonton di alam nyata pasti terangsang, lihat saja penonton Liga Indonesia yang belakangan ini semakin menggila, cuman sayang masih ada berantamnya (rasanya PSSI perlu sosialisasi yang sangat intensive dan creative tentang  sepakbola dan penonton. Mosok  sih banyak orang pintar, sarana ada, tapi tidak mampu memanage setiap pertandingan? Itu kalau mau….. ) Nah, banyak penonton, uang masuk meningkat, pembinaan dimaksimalkan, dan… prestasi pasti menggembirakan, seperti beberapa waktu lalu di piala asia (presiden kita nonton kan?), walau kalah tapi mendapat simpati dari masyarakat, itu karena semangat bertanding dan motivasi yang tinggi dari pemain dipertontonkan, seperti tontonan di TV itu…. 

Kembali ke topik (bukan tukul…lho):

Memang sangat mengasyikkan  menonton pertandingan sepak bola yang ditayangkan beberapa tv (YANG INI GRATIS, NGGAK PAKE BAYAR, dari sejak dulu lagi) selama ini, dapat membuat kita emosi, senang, kesal dan tertawa, sehingga bisa sejenak melupakan kepenatan hidup, apalagi mengingat harga-harga bahan pokok melambung teruusss, itu baru bahan pokok, yang lainnya??, alahualam….. Sekarang? tiba-tiba saja makhluk astro ini merampas  itu semua sembari berteriak : “If you want to watching premier program, should you pay us lah”. Uch, sombong sekali makhluk ini, kalau disono sih (negerinya astro?) boleh aja  lu ngomong, udeh pada makmur, disini? kan Baru Mimpi (eeh……. acara siapa tuh yach). 

Kalau dipikir-pikir, orang ini selalu buat masalah. Ingat ngga, dulu pernah kasus kalimantan utara (kalau ngga salah ada lagunya), ada ambalat, tki, pemukulan official team karate, mungkin banyak lagi. Tapi kita ini koq biasa-biasa aja sih? Katanya berdaulat, achhhh…. pusing aku !!! Padahal banyak banget orang-orang pintar di negeri ini, juga lembaga-lembaga yang berkompeten dalam hal ini, ada menkominfo, ada KPPU, ada LSM, ada apalagi yah, ehh…. ada JIN, tapi gitu-gitu aja tuh, sebentar teriak lalu hilang (noting action talk only gitu). Memang sih wong astro ini janji akan merespon claim KPPU hari ini 14/9/07 (tau hasilnya kayak apa, belon baca koran soalnya).  

Okelah, apa boleh buat pade suabaaaaaar gitu (business more stronger than public interest), tapi ngomong gomong gimana tuh kehebatan si Fernando Tores itu? Hebat ngga sih, abis nggak pernah lihat sejak dia main di MU. Eeehh, aku ini penggemar berat ARSENAL, koq nanyain MU sih? It’s oke lah, namanya juga komentar ..tar..taaarr. (sources: my visual view).